Senin, 25 Juli 2011

MENANTI RAMADHAN


                                                                    oleh : A.M. Koto

Berbulan, kunanti Ramadhan datang
Bulan yang selalu dirindu  jutaan umat sejagat
Berjuta manusia melambai-lambai bila engkau datang

Ramadhan
Kini kusambut engkau di balik tirai jendela
kubentangkan kata sebagai sajadah
Berjuta ayat telah kuhembuskan untuk datangmu

Ramadhan
Bersamamu Tuhan kirimkan secercah cahaya
Yang bergerak menerangi dunia
Menerangi kebun-kebun kawanku
Menerangi kuburan-kuburan tua
Ke rumput-rumput yang merambat
Ke semut semut melata
Ke tepi-tepi kampung
Ke dhuafa-dhuafa yang terlunta
Ke perut pengemis-pengemis yang berontak
Di sini semua menunggu kehadiranmu.

Ramadhan
Bersamamu Tuhan kirimkan milyaran kekuatan
Yang memberi makna pada setiap kata
Dalam lantunan keagungan kitabNya
Melekat pada lidah-lidah yang basah
Tuhan kirim kembang mahkota dari ujung benua
Semerbak mewangi bagai melati yang mekar di musim semi
Membuka aura yang puluhan bulan terbenam
Kini bangkit membawa aroma gairah
Dalam menempa diri di kawah candradimuka

Ramadhan
Kedatanganmu membuka pintu gerbang rahmat.
Tapi aku tak mengerti
Kenapa kemaksiatan terus berjalan
Bunga-bunga dunia terus bermekaran
Persetubuhan-persetubuhan liar terus diwariskan
Suara-suara tawa masih berderai
Bersorak-sorak di ruang bar
Menyesakkan dada para hamba yang bersimpuh
Tangis-tangis berlulungan
Karena dosa yang belum terbakar

Ramadhan
Ijinkan aku menemanimu dengan kalimat-kalimat Tuhan
Bersama bisikan-bisikan dzikir
Untaian-untaian doa
Luasnya ampunan
Tumpahan-tumpahan rahmat
Pahala
Kasih sayang
dan keikhlasan
Di sepanjang detak waktu
Di sepanjang usiaku