Oleh :
A.M. Koto
Kini sejuta manusia mulutnya menganga
Dalam keterkejutan tak terduga
Sejuta mata berderai
Mengiringi srikandi keadilan kepangkuan haribaan
Kini sejuta manusia mulutnya menganga
Seakan tak percaya tetapi nyata
Seakan bermimpi tetapi terjadi
Seakan fatamorgana tetapi bersimbah air mata
Mengantarkan pelopor peradaban dalam istirahatnya
Bunda……
Engkau pergi begitu cepat
Belum sempat aku berucap
Belum sempat aku menjaja
Belum sempat aku meniru
Sejuta kiprahmu demi sejagad manusia.
Bunda….
Bisakah aku mengikuti langkah-langkahmu
Langkah-langkah malaikat yang selalu bermakna
Langkah-langkah yang selalu menerangi
Langkah-langkah yang selalu member I gairah
Langkah-langkah yang selalu menggetarkan musuh-musihnya
Langkah-langkah yang selalu memberi aroma
Harum mewangi ,
Bagai melati yang mekar dimusim semi.
Bunda…
Dikala engkau dilahirkan
Engkau mengangis
Ya…engkau menangis histeris dikala engkau mengenal dunia
Tetapi sejuta manusia tersenyum menyambut kehadiranmu
Bahkan ibumu yang melahirkanmu dengan susah payahpun ikut tersenyum pada saat itu
Tetapi bunda…..
Ketika kepergianmu….
Tahukah engkau….
Sejuta manusia tersedu sedan dalam kepedihan
Purnama terjerambab dalam kegelapan
Bintang-bintang enggan berkerlip
Matahari seolah bermalas-malasan menyinari bumi
Tetapi engkau pergi dengan senyum
Senyum kebahagiaan karena surga telah ditunjukkan
Bunda…..
Bisakah aku meneruskan perjuangannmu
Bisakah aku mengikuti langkah-langkahmu
Amanah ini sangat berat bagiku
Aku malu bunda…
Sungguh aku malu
Malu bila di akhirat nanti engkau tanyakah titipanmu
Titipan yang tak sempat aku lanjutkan
Bunda maafkan aku bila kelak aku mengecewakanmu
Semoga Allah meridloiku dalam melanjutkan perjuanganmu
Selamat jalan bunda…
semoga kita bertemu
saat kaki-kaki kita menginjak firdausnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar